Page 13 - Demo
P. 13
SYIAR QURAN13 %u221eAcara ini dihadiri oleh sejumlah mahasantri/santri dari Ma%u2019had CQC, Sekolah Alam An-Naba, dan Pesantren Tunanetra Sam%u2019an. Ustazah Rizki Utami Handayani, salah satu pengajar di Ma%u2019had CQC, bertindak sebagai moderator dalam acara ini. Beliau memandu jalannya talkshow yang menghadirkan pembicara utama Ibu Marry selakuFounder Sekolah Alam An - Naba, dan Ibu Desi sebagai seorang psikolog. Ustazah Kiki dalam sesi talkshow menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi pewaris nabi. %u201cUntuk mencetak generasi yang akan menjadi pewaris para Nabi itu pasti tidak mudah. Secara keluarga kita juga punya kewajiban. Selain memang sebagai orang tua belajar terus belajar, berarti harus ada dialog antara orang tua dengan anandanya,%u201dtegasnya. Salah satuhighlightdi event ini adalah penampilan drama kolaborasi antara mahasantri Ma%u2019had CQC dan Santri Pesantren Tunanetra Sam%u2019an. Drama ini menggambarkan kehidupan santri dan tantangan yang mereka hadapi, termasuk peran penting Pesantren Sam%u2019an dalam mendidik santri tunanetra menjadi penghafal Al-Quran. Bahwasannya, ketika santri merasa lelah danfuturketika menuntut ilmu, masih ada santri Sam%u2019an yang dalam keterbatasannya mereka tetap semangat untuk menuntut ilmu. Acara ini juga menjadi ajang untuk menggalang dukungan bagi Pesantren Tunanetra Sam%u2019an. Seperti pesan yang disampaikan dalam drama yang ditampilkan para mahasantri dan santri :%u201cPesantren Sam%u2019an adalah tempat santri tunanetra dididik menjadi penghafal Quran dan saat ini mereka butuh bantuan kita memiliki bangunan pesantren bersama Program Syiar Quran Project dari Cinta Quran Faoundation.%u201d Selain talkshow dan drama, acara juga diisi dengan penampilan kolaborasi hadrah Ma%u2019had CQC dan Pesantren Tunanetra Sam%u2019an, yang menunjukkan dalam keterbatasan mereka, namun tetap bisa eksis dan unjuk gigi. Santri Sam%u2019an berkolaborasi dengan Mahasantri Ma%u2019had CQC dalam menampilkan hadrah. Salah satu pesan kuat yang disampaikan dalam acara ini adalah supaya kita mengamalkan Al-Quran. Menekankan bahwa menjadi pewaris Nabi bukan hanya tentang menghafal Al-Quran, tetapi juga tentang mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Acara Amazing Day 2.0 ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi bagi para mahasantri dan santri, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan peran penting pendidikan berbasis Al-Quran dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas. Dengan mengusung tema%u201cMenjadi Pewaris Nabi%u201d,acara ini berhasil memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta untuk terus berjuang di jalan Allah dan menjadi generasi yang membanggakan. Aamiin!